Pages

Ads 468x60px

Labels

Minggu, 31 Maret 2013

Bahasan SNMPTN dan SBMPTN


Kali ini, aku bakalan ngupas soal SNMPTN, yang sekarang namanya udah diubah. Yang undangan tetap SNMPTN, sedangkan yang tulis namanya jadi SBMPTN. Kenapa harus SNMPTN yang dikupas?? Jawabannya adalah karena SNMPTN adalah awal bagi kita, pelajar-pelajar Indonesia untuk belajar bidang yang spesifik dan menyenangkan bagi kita, untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Yang pertama akan saya bahas adalah SNMPTN Undangan. Jadi, yang mengikuti SNMPTN ini adalah orang-orang yang benar-benar diundang dan memiliki nilai yang lebih  diantara yang lain. Tapi, tentunya tidak semua peserta undangan pasti diterima di penguruan tinggi yang mereka pilih. Karena program-program masuk PT ini diikuti oleh semua pelajar SMA/SMK dan sederajat dari seluruh Indonesia. Yang diperlukan oleh para pesertanya adalah doa dan usaha. Yang paling penting adalah restu dari orang tua.
Yang kedua adalah mengenai SNMPTN Tulis atau sekarang menjadi SBMPTN. Program yang satu ini benar-benar program seleksi yang sangat ketat, karena jumlah pesertanya tidak dibatasi.
Tips-tips yang saya berikan untuk kalian yang megikuti SBMPTN adalah
a)    Ambil jurusan yang benar-benar kamu senangi pada pilihan pertama. Untuk pilihan kedua, pilih jurusan yang benar-benar jadi pertimbangan, gradenya harus lebih rendah dari yang pertama, atau biasanya jurusan yang peminatnya sedikit. Tapi ingat, jangan asal memilih. Pilih jurusan yang benar-benar senang kalau kamu melakukannya. Kalau kamu memang tidak ada bayangan untuk pilihan kedua, ikuti saran orang tua, minta pertimbangan. Jurusan pilihan pertama maupun kedua harus selalu kalian bicarakan dengan orangtua.
b)   Siapkan semuanya dengan matang. Ikut bimbel salah satu caranya. Tapi, kalau memang ada kesulitan saat ikut bimbel atau memang tidak ada biaya untuk ikut bimbel, kalian bisa membeli buku SNMPTN, baru atau bekas sama saja, asalkan isinya bagus. Pilih buku latihan SNMPTN yang memuat soal SNMPTN paling tidak 5 atau 7 tahun yang lalu. Pilih buku yang memuat soal dan jawaban yang rinci. Lihat bagian pembahasan, apa kalian cukup mengerti dengan penjelasan yang diberikan atau tidak. Kalau tidak, pilih buku yang lain.
c)    Siapkan waktu dan tempat yang nyaman untuk belajar. Jangan belajar di tempat yang tidak bisa membuat kalian konsentrasi dengan semuanya. Meski 1 jam kalian belajar, asalkan sangat berkualitas, maka itu akan sangat bermanfaat. Kalau meman tidak bisa belajar dalam waktu lama, 1 jam belajar, 1 jam istirahat, 1 jam belajar lagi. Kalau mengerjakan soal, kalian pilih paling mudah dulu. Kalau belajar, kalian pilih yang paling sulit, kerjakan dulu semampunya, kalau tidak bisa, lihat pembahasan dan praktekkan (bukan hanya dilihat). Mencoba selalu lebih baik.
d)   Doa selalu utama, minta restu dari orang tua sebelum berangkat tes SBMPTN.
e)   Siapkan alat tulis dan kelengkapan lainnya paling tidak 1 hari sebelumnya.
f)    Saat mengerjakan soal. Kerjakan semampunya. Usahakan jawaban kalian rata di semua mata pelajaran. Jangan meng-anaktirikan salah satu mata pelajaran. Itu akan jadi bumerang bagi kalian.  TPA banyak memberikan kontribusi, tapi usahakan kalian jawab semaksimal mungkin semua mata pelajaran untuk hari pertama maupun kedua.
g)   Telitilah semua kelengkapan di lembar soal, nama, kode soal, dll. Salah satu saja tidak diisi, misal kode soal maka jawaban kalian akan percuma saja.

Kenapa saya selalu mengingatkan tentang doa dan restu orang tua? Restu Allah SWT sangat bergantung dari restu orang tua. Kenapa saya bilang seperti ini, karena ini sudah tercatat dalam hadist Rasulullah SAW dan bukan hanya saya yang mengalami, banyak teman-teman saya yang merasakan hal serupa. Saya pernah memaksakan untuk memilih jurusan teknik, karena saya suka Fisika dan Matematika. Itu pertimbangan saya, orang tua juga sepertinya mendukung-mendukung saja. Tapi, ketika saya sudah memilih jurusan itu di SNMPTN Tulis, dan beberapa bulan saya melihat hasilnya, ternyata saya tidak lulus. Dan sebelum itu, ibu memang seperti tidak rela melepas saya di teknik, terlalu banyak anak lelakinya, pulangnya akan larut malam, dan pekerjaannya sepertinya sangat berat. Saya menyadari semua itu, tapi saya terlanjur memilih. Ketika saya ikut SNMPTN Tulis, saya konsultasikan benar-benar dengan ibu saya, alhamdulillah ibu dan saya sepakat memilih Farmasi. Setelah tes, doa selalu terpanjatkan padaNya. Tidak pernah putus ibu sholat malam, saya pun begitu. Tapi saya masih ada putusnya. Ketika pengumuman telah mencapai waktunya, saya lihat bersama dengan ibu dan teman saya Desi yang juga ikut SNMPTN. Awalnya Desi dulu yang melihat, Desi masuk Akutansi UNEJ dan alhamdulillah saya masuk Farmasi UA. Betul-betul perjuangan yang berat. Tapi, sejak itu saya semakin percaya bahwa Alllah SWT selalu punya rencana yang terbaik bagi kita. Jangan pernah menyerah pada satu titik.

4.” Dan sesungguhnya hari kemudian itu daripada yang sekarang (permulaan)”
(Adh Dhuha ayat 4)

Dan ada satu ayat lagi, tapi saya lupa surat apa dan ayat berapa, tapi kurang lebih seperti ini.

“Apa yang menurutmu baik, belum tentu baik menurut Allah”.

So, bagi kalian yang lulus SNMPTN maupun SBMPTN, saya ucapkan selamat, jangan lupa syukurannya ya.

Surat Ibrahim Ayat 7
7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Bagi yang belum lulus, jangan sedih. Insyaallah ada kesempatan lain yang lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar